Iran Ancam Balas Serangan AS, Puluhan Tewas

berita Maluku Tengah   berita Maluku terkini Istanbul (DMS) – Pemerintah Iran mengancam akan memberikan respons tegas terhadap serangan Amerika Serikat (AS) yang menghantam sebuah rumah tinggal di Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan. Teheran menyebut lokasi tersebut tengah digunakan untuk menggelar upacara pernikahan ketika serangan terjadi.

Serangan itu dilaporkan menyebabkan lebih dari 50 orang meninggal dunia dan terluka. Pemerintah Iran menyatakan para korban terdiri atas pria, wanita, dan anak-anak.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan negaranya akan mengambil langkah sebagai respons atas serangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform X pada Rabu.

Baqaei menilai serangan terhadap Kabupaten Sirik merupakan bagian dari rangkaian serangan yang lebih luas di sejumlah wilayah Iran. Selain Sirik, serangan juga dilaporkan terjadi di Minab, Lamerd, dan Pulau Qeshm.

“Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap bangsa Iran kini telah lengkap,” ujar Baqaei dalam pernyataannya.

Ia juga mengecam pemerintah serta lembaga internasional yang dinilai memilih diam atau berupaya membenarkan serangan tersebut. Menurut Baqaei, sikap diam terhadap serangan yang menimbulkan korban sipil tidak dapat dianggap sebagai bentuk netralitas.

Baqaei turut memperingatkan pihak-pihak yang tetap diam bahwa sikap tersebut dapat membawa konsekuensi pada masa mendatang.

AS Klaim Serang Target IRGC

Di sisi lain, Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran yang disebut sebagai target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Setelah pengumuman tersebut, sejumlah media Iran melaporkan terdengar ledakan di beberapa wilayah, antara lain Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan Bandara Jiroft di Provinsi Kerman menjadi salah satu lokasi yang terkena serangan.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi mengatakan sedikitnya empat orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka-luka berdasarkan penilaian awal.

Para korban disebut berada di lokasi yang menurut pihak Iran sedang digunakan untuk melangsungkan upacara pernikahan ketika serangan berlangsung.

Hingga kini, informasi mengenai jumlah korban maupun lokasi sasaran masih bersumber dari laporan awal otoritas Iran. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.